Monday, May 13, 2013

Kliping busana muslim


PENGERTIAN BUSANA MUSLIM
Di Indonesia, organg yang beragama Islam biasa disebut sebagai seorang muslim. Sebagai agama dengan penganut terbesar di Indonesia, umat muslim menjadi umat mayoritas di negeri ini. Sehingga tidak heran bila beberapa peringatan hari besar umat muslim selalu dirayakan dengan cukup meriah di Indonesia. Beberapa pernik busana dan perlengkapan muslim juga bisa dengan mudah ditemui di toko-toko di sekitar kita. 

Berikut ini adalah pengertian dan definisi muslim:

# SYAIKH SALIM
Muslim adalah masyarakat yang saling bahu membahu dan saling tolong menolong bagaikan bangunan kokoh yang sebagiannya saling menguatkan sebagian yang lain

# ALI ABDUL HALIM MAHMUD
Muslim merupakan masyarakat yang mempunyai ciri kemanusiaan yang menghormati manusia dan menghirmati kemanusiaannya, dengan tanpa mempertimbangkan faktor warna kulit, bangsa, atau rasnya

# SECARA HARAFIAH DAN MAKNAWIYAH
Muslim adalah menjalankan semua ajaran Islam

# KAMUS BESAR BAHASA INDOENSIA
Muslim adalah penganut agama Islam

# FADLUN AMIR 
Muslim adalah orang yang memeluk agama Islam, orang yang berpegang teguh terhadap ajaran islam, serta orang yang mengakui dan telah mengikrarkan serta menjalankan rukum iman dan rukun Islam

# RASULULLAH
Muslim adalah tipikal manusia yang menyebabkan orang lain damai tentram karena kehadirannya tidak akan membuat lidahnya menciptakan kegelisahan serta tangan dan kekuasaannya tidak akan menyebabkan orang lain ternista hal azasinya

# RIWAYAT BUKHARI
Muslim adalah mereka yang menyebabkan saudaanya selamat dari lidah dan tangannya

# TOTO ASMARA
Muslim adalah orang yang percaya pada Allah serta taat mengikuti perintah Allah

Busana muslimah adalah busana yang sesuai dengan ajaran Islam, dan pengguna gaun tersebut mencerminkan seorang muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana. Busana muslimah bukan hanya sekedar symbol, melainkan dengan mengenakannya, berarti seorang perempuan telah memproklamirkan kepada makhluk Allah akan keyakinan, pandangannya terhadap dunia, dan jalan hidup yang ia tempuh, dimana semua itu didasarkan pada keyakinan mendalam terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Kuasa. 


Cara Berbusana Muslim Modern Yang Baik

oleh Muslimmodis.com (Catatan) pada 23 Desember 2010 pukul 20:25
Pastikan baju muslim yang Anda pilih sesuai aturan Islam; baju yang tidak ketat, tidak transparan, dan pastinya menutup aurat., baju muslim modern saat ini adalah hasil perpaduan dari kreatifitas anda sendiri dalam berbusana muslim anda bisa mengkombinasikan dengan busana keseharian anda yang tentunya harus menutup aurat dan tidak menampakkan siluet bentuk tubuh yang dapat mengundang syahwat.
Beberapa tips busana muslim:
Tips busana muslim Pertama : Sesuai fiqh. busana muslim bertujuan untuk melindungi tubuh pemakainya dari hal-hal yang bisa mencederainya, selain untuk menutupi aurat. Itu sebabnya pilih busana muslim yang longgar sehingga menyamarkan siluet tubuh.
Tips busana muslim Kedua : Usahakan pilih busana muslim yang pas ukurannya agar tidak membahayakan saat melangkah. Busana yang kekecilan selain mengganggu gerak juga membuat kulit sulit untuk bernapas, selain tak sesuai kaidah berbusana menurut Islam.Sementara busana yang terlalu besar ukurannya juga membahayakan karena bisa terinjak saat berjalan dan mengakibatkan pemakainya jatuh. Bisa juga terkait benda-benda yang lebih tajam sehingga merusak bahan dan mencelakai pemakainya. 
Tips busana muslim Ketiga : Pilih model dan warna yang sesuai aktivitas. Jika pengguna banyak beraktivitas, sebaiknya gunakan bahan menyerap keringat yang tak mudah kusut. Sebaiknya terdiri dari dua potong, atasan dan celana panjang. Untuk aktivitas yang lebih banyak diam di tempat, pengguna bisa menggunakan rok. 
Selain memiliki koleksi warna-warna ceria, seperti pink, biru muda, oranye, dan merah, untuk berbagai acara yang bersifat tidak formal, sebaiknya miliki juga busana muslim berwarna netral dan formal, seperti biru tua, abu-abu, hitam, dan putih. Untuk mendapatkannya Anda bisa pergi ke butik busana muslim seperti ke Muslim Modis. Di butik baju muslim banyak tersedia berbagai macam pilihan 
Tips busana muslim Keempat : Dalam menggunakan busana muslim adalah saat berbelanja baju muslimah baru, usahakan untuk menyerasikan baju baru dengan model dan warna baju yang sudah dimiliki. Ini bermanfaat untuk berkreasi memadupadankan pakaian sehingga tetap bisa dipakai. 
Tips busana muslim Kelima : Biasakan memilih model penutup kepala yang tetap menutupi leher. Pelajari berbagai kreasi kerudung yang banyak diinformasikan media massa sehingga penggunanya bisa tetap mengikuti mode, namun tetap mengikuti aturan agama. Pilihlah butik busana muslim yang terbaik buat Anda.
 Tips busana muslim Keenam : Pilih pakaian yang bisa menyamarkan kekurangan tubuh agar nyaman bersosialisasi. Misalnya, orang yang berbadan lurus sebaiknya menggunakan pakaian yang terkesan bertumpuk. Orang berbobot berat sebaiknya menyamarkan bagian berat tersebut dengan memilih bahan-bahan yang terkesan ringan. Butik baju muslim akan membantu Anda mendapatkanmodel keinginan. 
Pemilihan warna juga bisa dilakukan untuk menutupi kekurangan. Misalnya, warna gelap cocok digunakan untuk orang yang berbadan besar. 
Tips busana muslim ketujuh : Jika ingin menghadiri sebuah acara pesta, sebaiknya tak perlu bingung memilih pakaian. 
Pakaian sederhana yang dimiliki bisa terkesan mewah dengan cara memberikan pelengkap dari bahan yang terkesan mewah. Misalnya, menggabungkan batik berbahan katun dengan selendang berbahan organdi yang serasi, atau membalut gamis sederhana dengan obi dari sutra atau berbordir.
Busana muslim selain memenuhi syarat syar,i juga harus memberikan kenyamanan dan keamanan. memilih kebutuhan busana muslim untuk wisata misalnya harus sesuai.
 Sumber: gusbud.web.id
CiriCara.com – Saat ini busana muslim kian berkembang dalam dunia fashion. Model dan coraknya sangat beragam dan membuat para Hijabers ingin memakainya agar terlihat cantik dan fashionable. Busana muslim yang longgar pun terkadang menjadi pilihan bagi para Hijabers karena kenyamanannya. Namun, bagi wanita bertubuh gemuk harus mengetahui beberapa trik berbusana muslim agar terlihat lebih ramping dan cantik. Agar bisa menyiasati tubuh gemuk Anda, sebaiknya simak tips berikut ini: 1. Pilih yang tidak membentuk lekuk tubuh Jika tubuh Anda gemuk, maka pilihlah busana muslim yang agak longgar. Tujuannya adalah untuk menutupi kekurangan yang ada di tubuh Anda. Saat ini busana muslim dengan model kebesaran juga banyak beredar dipasaran dengan model dan motif yang unik-unik. 2. Pilih yang bercorak kecil Jangan pernah memakai busana muslim yang bermotif besar karena akan membuat Anda semakin terlihat gemuk. Akan terlihat langsing dan cantik bila Anda memakai busana muslim yang bermotif kecil-kecil saja. Dengan begitu, bagian tubuh gemuk Anda akan tertutupi. 3. Pilih motif garis vertikal Memakai busana muslim dengan motif garis vertikal akan membuat tubuh Anda jadi terlihat tinggi. Motif garis vertikal ini memang sangat dianjurkan untuk Anda yang kurang tinggi atau bertubuh gemuk. Garis yang membentuk pola vertikal akan membentuk siluet yang lebih langsing. 4. Hindari yang berbahan mengkilap Hindari untuk memakai busana muslim yang berbahan mengkilap. Bahan ini akan membuat bentuk tubuh Anda semakin terlihat besar. Untuk itu, pilihlah busana muslim yang berbahan katun, kaos, dan lain sebagainya. 5. Tidak harus yang berwarna gelap Anda tidak harus memakai busana muslim yang berwarna gelap. Letakkan warna gelap pada bagian tubuh yang besar saja dan pakai warna cerah pada bagian tubuh lain. Misalnya, bila Anda memiliki lengan yang besar, maka pakailah kaos dalaman yang berwana gelap dengan dipadukan luaran yang berwarna cerah.

Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com

Anda bisa memakai daleman berwarna hitam untuk menutupi lengan, lalu dipadukan dengan memakai luaran yang berwarna cerah, seperti hijau atau warna cerah lainnya. 6. Pilih yang polos untuk model tumpuk berlapis Bila Anda ingin memakai busana muslim dengan model tumpuk berlapis, maka pastikan kain tumpuk di bagian atas cukup tipis sehingga tubuh Anda tidak terlihat berat. Selain itu, pilih juga model yang polos atau tidak bercorak ramai agar lebih indah dilihat. 7. Pakailah model terusan Model terusan ini bisa Anda pakai jika ingin menyiasati pinggul yang lebar. Anda bisa memakai model terusan dan dipadukan dengan memakai blazer. Dengan memakai blazer akan menyeimbangkan bentuk tubuh Anda.

Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com
8. Pakailah celana longgar Selain memakai busana muslim dengan model terusan, pinggul besar Anda juga bisa disiasati dengan memakai celana longgar. Jangan pernah memakai celana dengan bagian bawah menyempit karena akan membuat Anda semakin terlihat gemuk. Bila memakai celana longgar, maka pastikan atasan yang Anda pakai tidak bercorak ramai. Itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan jika memiliki tubuh gemuk. Dengan memperhatikan tips di atas, Anda akan tetap terlihat fashionable ketika memakai busana muslim. Selain itu, Anda juga perlu memperhatian pemakaian jilbab sesuai dengan bentuk wajah agar terlihat semakin cantik. (NR)

Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com


Pengertian Busana Muslim
Sejarah busana lahir seiring dengan sejarah peradaban manusia itu sendiri. Oleh karenanya busana sudah ada sejak manusia diciptakan. Busana memilki fungsi yang begitu banyak, yakni menutup anggota tertentu dari tubuh hingga penghias tubuh sebagaimana yang telah diterangkan pula dalam Al-Qur’an yang mengisyaratkan akan fungsi busana; ”wahai anak adam (manusia), sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi aurat tubuhmu dan untuk perhiasan”.
Konsekuensi sebagai manusia agamis adalah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan segala perintah allah dan meninggalkan segala laranganNya. Salah satu bentuk perintah agama Islam adalah perintah unutk mengenakan busana yang menutup seluruh aurat yang tidak layak untuk dinampakkan pada orang lain yang bukan muhrim. Dari situlah akhirnya muncul apa yang disebut dengan istilah “Busana Muslim”.
Busana muslimah adalah busana yang sesuai dengan ajaran Islam, dan pengguna gaun tersebut mencerminkan seorang muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana. Busana muslimah bukan sekedar simbol melainkan dengan mengenakannya berarti seorang perempuan telah memproklamirkan kepada mahluk Allah. swt akan keyakinan, pandangannya terhadap dunia, dan jalan hidup yang ia tempuh. Dimana semua itu didasarkan pada keyakinan mendalam terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Kuasa.[1][2]
2.      Kriteria-kriteria busana muslim
Sekurang-kurangnya ada lima point yang menjadi kriteria busana muslimah menurut syariat, yaitu sebagai berikut :
a)      Busana muslimah harus menutup seluruh tubuhnya dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya. Dan janganlah ia membuka untuk lelaki mahramnya kecuali bagian yang menurut kebiasaan yang benar  dan pantas (tidak termasuk suami).[2][3]
Satu cara untuk menutup aurat selain memakai pakaian yaitu hendaknya seorang muslimah  mengenakan jilbab (mengulurkan jilbabnya). Allah swt berfirman:
$pkšr'¯»tƒ ÓÉ<¨Z9$# @è% y7Å_ºurøX{ y7Ï?$uZtur Ïä!$|¡ÎSur tûüÏZÏB÷sßJø9$# šúüÏRôム£`ÍköŽn=tã `ÏB £`ÎgÎ6Î6»n=y_ 4 y7Ï9ºsŒ #oT÷Šr& br& z`øùt÷èムŸxsù tûøïsŒ÷sム3 šc%x.ur ª!$# #Yqàÿxî $VJŠÏm§ ÇÎÒÈ
Artinya: “Hai Nabi katakanlah  kepada istri-istri kamu, anak-anak gadismu dan istri-istri orang mukmin: hendaklah ia mengulurkan jilbabnya kesaluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya nereka mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. Al-Ahzab: 59)
Ummu Salamah ra. menuturkan: begitu turun ayat ini hendaklah ia mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya.
Al-hafizh Ibnu Katsir menjelaskan: ”firman Allah tersebut  menginstruksikan kepada rasul-Nya agar beliau memerintahkan  wanita-wanita yang beriman, khususnya pada anak-anak gadis dan istri-istri karena kemuliaan mereka, untuk mengulurkan jilbab mereka sehingga mereka berbeda dengan wanita jahiliyah dan budak-budak perempuan.[3][4]
Adapun yang dimaksud jilbab disini tidak di batasi oleh nama, jenis, dan warna, akan tetapi jilbab adalah semua pakaian yang dapat menutupi titik-titik perhiasan perempuan. Jilbab lebih sempurna dari pada menggunakan kata al-khimar (penutup kepala/kerudung) karena meliputi seluruh badan perempuan dan menutupi seluruh bagian atas tubuhnnya termasuk perhiasan atau sesuatu yanng melukiskan (bentuk) badannya. Karena pakaian yang melukiskan ukuran tubuh wanita adalah haram di pakai di hadapan laki-laki nonmahram.
b)      Hendaknya busana yang dipakai wanita muslimah menutup apa yang dibaliknya. Maksudnya tidak tipis menerawang sehingga warna kulitnya dapat terlihat dari luar.
Istilah menutup tidak  akan terwujud kecuali dengan kain yang tebal. Jika tipis maka akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dari Abdullah bin Abu Salamah, dikatakan Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju qubthiyah, (jenis pakaian dari mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata,”jangan kamu pakaikan baju-baju ini untuk istrimu! ”seseorang kemudian bertanya, ”wahai amirul muminin, telah saya pakaikan itu pada istriku dan telah aku lihat dirumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya  sebagai pakaian yang tipis. ”maka Umar menjawab, ”sekalipun tidak tipis, namun ia mensifati (menggambarkan lekuk tubuh). ”(HR. Al-Baihaki II/23-235; muslim al-Bitthin dari Ani SHALIH dari umar).[4][5]
c)       Busana tidak ketat membentuk bagian-bagian tubuh.
Usamah bin Zaid pernah berkata,”Rasulallah pernah memberiku baju quthbiah yang tebal dan merupakan baju yang pernah di hadiahkan  oleh dihyah Al-kalbi kepada beliau. Baju itupun aku pakaikan kepada istriku. Nabi bertanya kepadaku, mengapa kamu tidak mengenakan baju quthbiyah? Aku menjawab aku pakaikan baju itu kepada istriku. Nabi lalu bersabda: ”perintahkan dia agar mengenakan baju dalam dibalik quthbiyah itu, saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan lekuk tulangnya. “(Al-Dhiya Al-Maqdisi dalam Al-Hadits Al-Mukhtarah 1/441; Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan).[5][6]
d)      Busana wanita muslimah tidak menyerupai pakaian laki-laki.
Ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang meyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Abu hurairah barkata bahwa Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Dawud II/182; Ibnu Majah 1/588; Ahmad 2/325; Al-Hakim IV atau 19 disepakati oleh Adz-Dzahabi). Dalam hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria begitu juga sebaliknya ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya.
e)      Busana yang dipakai wanita tidak terdapat hiasan yang dapat menarik perhatian orang saat keluar rumah, agar tidak tergolong wanita yang suka tampil dengan perhiasan. Seorang wanita yang suka menampakkan perhiasannnya bisa dikatakan wanita pesolek (tabarruj) perlu kamu ketahui, kata tabarruj bagi perempuan memilki tiga pengertian:
1.      Menampakkan keelokan wajah dan titik-titik pesona tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.
2.      Menampakkan keindahan-keindahan pakainnya dan perhisannya kepada laki-laki non mahram.
3.      Menampakkan gaya berjalanya,lenggangannya,dan lenggak-lenggoknya di hadapan laki-laki nonmahram.[6][7]
Apa yanng di lakukan oleh banyak perempuan masa kini sudah tidak termasuk praktik tabarruj, mereka keluar rumah dengan dandanan yang memikat dan mengundang fitnah. Mereka membuka  kepala mereka (tidak berjilbab), juga bagian atas dada, betis, dan lengan mereka. Semua ini merupakan praktik kemungkaran terbesar yang melanggar syariat  dan menyebabkan murka, siksa dan  datangnya amarah Allah. Hukum tabarruj adalah haram. Seperti dalam firman Allah:
tbös%ur Îû £`ä3Ï?qãç Ÿwur šÆô_§Žy9s? ylŽy9s? Ïp¨ŠÎ=Îg»yfø9$# 4n<rW{$# ( ÇÌÌÈ
Artinya: “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah terdahalu”. (Qs. Al-Ahzab: 33)


Artinya: “Dan perempuan-perempuan yanng telah berhenti (dari haid dan telah mengandung) yang tiada ingin kawin lagi, tiadalah mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak maksud menampakkan perhiasan , dan berlaku sopan  adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”. (Qs. An-nur: 60)
Ibnu Abas menjelaskan: ”yang dimaksud wanita menopause diatas adalah wanita yang   bila ia  duduk di rumahnya dengan memakai dir (pakaian rumah/sehari-hari) kerudung serta jilbabnya, selama tidak berdandanan menor karena hal itu di benci Allah. Dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan berarti  dengan menanggalkan jilbab mereka tidak bermaksud  ingin dilihat perhiasan mereka. Tabarruj seperti ini berarti memperlihatkan pesona keindahnya. Ini menerangkan bahwa wanita menopouse yabg masih berkeinginan menikah dalam artian mereka masih memilki sisa-sia kecantikan dan syahwat kepada laki-laki maka ia bukan termasuk Al-Qawa’id (yang diperbolehkan meninggalkan pakaian dan jilbab dirumanya) ia juga tidak boleh menanggalkan pakaian dihadapan laki-laki karena  keduanya bisa jadi sama-sama tertarik.
Dalil yang mengharamkan tabarruj dari hadis nabi diriwayatkan dari ABU Hurairah ra: rasullah saw bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ اَهْلِ النَّارِلَمْ أَرَ هُمَا. قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَدْنَابِ الْبَقَرِيَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ. وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ. مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَيَدْخُلْنَ، وَلاَيَجِدْنَ رِيْحَهَا. وَإِنَّ ريْحَهَالَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَاوَكَذَا.
                  
Artinya: “Ada dua golongan penghuni neraka yang belum akan aku lihat: kaum yang memiliki cambuk seperti ekor-ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia (dengan semena-mena) dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjanng, berlenggak lenggok menggoda, kepala mereka seperti punuk yanng meliuk liuk. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan pula mencium aromanya.padahal aromanya bisa  dicium dari segini segini”.[7][8]
f)       Dari segi warna, tidak terlalu mencolok sehingga menarik parhatian (syahwat) lawan jenis. Tampil rapi dan menarik (bukan mengundang syahwat) tidak mesti dengan berhias dan berpenampilan mencolok. Kebersihan, kerapian, dan alamiah akan mencerminkan kepribadian yang sebenarnya.

IV. KESIMPULAN
Busana muslimah adalah busana yang sesuai dengan ajaran Islam, dan pengguna gaun tersebut mencerminkan seorang muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana.
Bisa dikatakan busana muslimah jika memenuhi beberapa kriteria, diantaranya:
1)      Busana muslimah harus menutup seluruh tubuhnya dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.
2)      Busana muslimah tersebut tidak tipis sehingga bisa menutupi apa yang ada dibaliknya
3)       Busana tidak ketat membentuk bagian-bagian tubuh.
4)      Busana wanita muslimah tidak menyerupai pakaian laki-laki.
5)      Busana yang dipakai wanita tidak terdapat hiasan yang dapat menarik perhatian orang saat keluar rumah

 


V.    PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan , kami sadar makalah ini masih kurang dari kesempurnaan,jika ada kesalahan dan kekurangan itu dikarenakan keterbatasan pengetahuan kami.maka dari itu, kritik dan saran sangat kami butuhkan demi kesempurnaan isi makalah ini,semoga bermanfaat bagi kita semua amin.


[1][2] http://Muslimahberjilbab.blokspot.com/2005/03/busana-muslim-identitas-diri.html
[2][3] http://Ibnubakri.multiply.com/jurnal/item/11
[3][4] Ibrahim, Wanita Berjilbab Vs Eanita Pesolek, Jakarta: AMZAH, hlm. 5
[4][5]Burhan Shodiq, Engkau Lebih Cantik Dengan Jilbab, Solo: Samudra, 2006, hlm. 112-113      
[5][6] Ibid, hlm. 114
[6][7] Ibrahim, op.Cit, hlm. 12
[7][8] Ibid, hlm. 15-16

No comments:

Post a Comment