PENGERTIAN BUSANA MUSLIM
Di Indonesia, organg yang beragama Islam biasa disebut
sebagai seorang muslim. Sebagai agama dengan penganut terbesar di Indonesia , umat
muslim menjadi umat mayoritas di negeri ini. Sehingga tidak heran bila beberapa
peringatan hari besar umat muslim selalu dirayakan dengan cukup meriah di
Indonesia. Beberapa pernik busana dan perlengkapan muslim juga bisa dengan
mudah ditemui di toko-toko di sekitar kita.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi muslim:
# SYAIKH SALIM
Muslim adalah masyarakat yang saling bahu membahu dan
saling tolong menolong bagaikan bangunan kokoh yang sebagiannya saling
menguatkan sebagian yang lain
# ALI ABDUL HALIM MAHMUD
Muslim merupakan masyarakat yang mempunyai ciri
kemanusiaan yang menghormati manusia dan menghirmati kemanusiaannya, dengan
tanpa mempertimbangkan faktor warna kulit, bangsa, atau rasnya
# SECARA HARAFIAH DAN MAKNAWIYAH
Muslim adalah menjalankan semua ajaran Islam
# KAMUS BESAR BAHASA INDOENSIA
Muslim adalah penganut agama Islam
# FADLUN AMIR
Muslim adalah orang yang memeluk agama Islam, orang
yang berpegang teguh terhadap ajaran islam, serta orang yang mengakui dan telah
mengikrarkan serta menjalankan rukum iman dan rukun Islam
# RASULULLAH
Muslim adalah tipikal manusia yang menyebabkan orang
lain damai tentram karena kehadirannya tidak akan membuat lidahnya menciptakan
kegelisahan serta tangan dan kekuasaannya tidak akan menyebabkan orang lain
ternista hal azasinya
# RIWAYAT BUKHARI
Muslim adalah mereka yang menyebabkan saudaanya
selamat dari lidah dan tangannya
# TOTO ASMARA
Muslim adalah orang yang percaya pada Allah serta taat
mengikuti perintah Allah
Busana muslimah adalah busana yang
sesuai dengan ajaran Islam, dan pengguna gaun tersebut mencerminkan seorang
muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana. Busana
muslimah bukan hanya sekedar symbol, melainkan dengan mengenakannya, berarti
seorang perempuan telah memproklamirkan kepada makhluk Allah akan keyakinan,
pandangannya terhadap dunia, dan jalan hidup yang ia tempuh, dimana semua itu
didasarkan pada keyakinan mendalam terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan
Kuasa.
Cara Berbusana Muslim Modern
Yang Baik
oleh Muslimmodis.com (Catatan)
pada 23 Desember 2010 pukul 20:25
Pastikan baju muslim yang Anda pilih sesuai
aturan Islam; baju yang tidak ketat, tidak transparan, dan pastinya menutup
aurat., baju muslim modern saat ini adalah hasil perpaduan dari kreatifitas
anda sendiri dalam berbusana muslim anda bisa mengkombinasikan dengan busana
keseharian anda yang tentunya harus menutup aurat dan tidak menampakkan siluet
bentuk tubuh yang dapat mengundang syahwat.
Beberapa tips busana muslim:
Tips busana muslim Pertama : Sesuai fiqh.
busana muslim bertujuan untuk melindungi tubuh pemakainya dari hal-hal yang bisa
mencederainya, selain untuk menutupi aurat. Itu sebabnya pilih busana muslim
yang longgar sehingga menyamarkan siluet tubuh.
Tips busana muslim Kedua : Usahakan pilih
busana muslim yang pas ukurannya agar tidak membahayakan saat melangkah. Busana
yang kekecilan selain mengganggu gerak juga membuat kulit sulit untuk bernapas,
selain tak sesuai kaidah berbusana menurut Islam.Sementara busana yang terlalu
besar ukurannya juga membahayakan karena bisa terinjak saat berjalan dan
mengakibatkan pemakainya jatuh. Bisa juga terkait benda-benda yang lebih tajam
sehingga merusak bahan dan mencelakai pemakainya.
Tips busana muslim Ketiga : Pilih model dan
warna yang sesuai aktivitas. Jika pengguna banyak beraktivitas, sebaiknya
gunakan bahan menyerap keringat yang tak mudah kusut. Sebaiknya terdiri dari
dua potong, atasan dan celana panjang. Untuk aktivitas yang lebih banyak diam
di tempat, pengguna bisa menggunakan rok.
Selain memiliki koleksi warna-warna ceria,
seperti pink, biru muda, oranye, dan merah, untuk berbagai acara yang bersifat
tidak formal, sebaiknya miliki juga busana muslim berwarna netral dan formal,
seperti biru tua, abu-abu, hitam, dan putih. Untuk mendapatkannya Anda bisa
pergi ke butik busana muslim seperti ke Muslim Modis. Di butik baju muslim
banyak tersedia berbagai macam pilihan
Tips busana muslim Keempat : Dalam
menggunakan busana muslim adalah saat berbelanja baju muslimah baru, usahakan
untuk menyerasikan baju baru dengan model dan warna baju yang sudah dimiliki.
Ini bermanfaat untuk berkreasi memadupadankan pakaian sehingga tetap bisa
dipakai.
Tips busana muslim Kelima : Biasakan memilih
model penutup kepala yang tetap menutupi leher. Pelajari berbagai kreasi
kerudung yang banyak diinformasikan media massa
sehingga penggunanya bisa tetap mengikuti mode, namun tetap mengikuti aturan
agama. Pilihlah butik busana muslim yang terbaik buat Anda.
Tips busana muslim Keenam : Pilih
pakaian yang bisa menyamarkan kekurangan tubuh agar nyaman bersosialisasi.
Misalnya, orang yang berbadan lurus sebaiknya menggunakan pakaian yang terkesan
bertumpuk. Orang berbobot berat sebaiknya menyamarkan bagian berat tersebut
dengan memilih bahan-bahan yang terkesan ringan. Butik baju muslim akan
membantu Anda mendapatkanmodel keinginan.
Pemilihan warna juga bisa dilakukan untuk
menutupi kekurangan. Misalnya, warna gelap cocok digunakan untuk orang yang
berbadan besar.
Tips busana muslim ketujuh : Jika ingin
menghadiri sebuah acara pesta, sebaiknya tak perlu bingung memilih
pakaian.
Pakaian sederhana yang dimiliki bisa terkesan
mewah dengan cara memberikan pelengkap dari bahan yang terkesan mewah.
Misalnya, menggabungkan batik berbahan katun dengan selendang berbahan organdi
yang serasi, atau membalut gamis sederhana dengan obi dari sutra atau
berbordir.
Busana muslim selain memenuhi syarat syar,i
juga harus memberikan kenyamanan dan keamanan. memilih kebutuhan busana muslim
untuk wisata misalnya harus sesuai.
Sumber: gusbud.web.id

CiriCara.com – Saat ini busana muslim kian
berkembang dalam dunia fashion. Model dan coraknya sangat beragam dan membuat
para Hijabers ingin memakainya agar terlihat cantik dan fashionable. Busana
muslim yang longgar pun terkadang menjadi pilihan bagi para Hijabers karena
kenyamanannya. Namun, bagi wanita bertubuh gemuk harus mengetahui beberapa trik
berbusana muslim agar terlihat lebih ramping dan cantik. Agar bisa menyiasati
tubuh gemuk Anda, sebaiknya simak tips berikut ini: 1. Pilih yang tidak
membentuk lekuk tubuh Jika tubuh Anda gemuk, maka pilihlah busana muslim yang
agak longgar. Tujuannya adalah untuk menutupi kekurangan yang ada di tubuh
Anda. Saat ini busana muslim dengan model kebesaran juga banyak beredar
dipasaran dengan model dan motif yang unik-unik. 2. Pilih yang bercorak kecil
Jangan pernah memakai busana muslim yang bermotif besar karena akan membuat
Anda semakin terlihat gemuk. Akan terlihat langsing dan cantik bila Anda
memakai busana muslim yang bermotif kecil-kecil saja. Dengan begitu, bagian
tubuh gemuk Anda akan tertutupi. 3. Pilih motif garis vertikal Memakai busana
muslim dengan motif garis vertikal akan membuat tubuh Anda jadi terlihat
tinggi. Motif garis vertikal ini memang sangat dianjurkan untuk Anda yang
kurang tinggi atau bertubuh gemuk. Garis yang membentuk pola vertikal akan
membentuk siluet yang lebih langsing. 4. Hindari yang berbahan mengkilap
Hindari untuk memakai busana muslim yang berbahan mengkilap. Bahan ini akan
membuat bentuk tubuh Anda semakin terlihat besar. Untuk itu, pilihlah busana
muslim yang berbahan katun, kaos, dan lain sebagainya. 5. Tidak harus yang
berwarna gelap Anda tidak harus memakai busana muslim yang berwarna gelap.
Letakkan warna gelap pada bagian tubuh yang besar saja dan pakai warna cerah
pada bagian tubuh lain. Misalnya, bila Anda memiliki lengan yang besar, maka
pakailah kaos dalaman yang berwana gelap dengan dipadukan luaran yang berwarna
cerah.
Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com
Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com

Anda bisa memakai daleman berwarna hitam
untuk menutupi lengan, lalu dipadukan dengan memakai luaran yang berwarna
cerah, seperti hijau atau warna cerah lainnya. 6. Pilih yang polos untuk model
tumpuk berlapis Bila Anda ingin memakai busana muslim dengan model tumpuk
berlapis, maka pastikan kain tumpuk di bagian atas cukup tipis sehingga tubuh
Anda tidak terlihat berat. Selain itu, pilih juga model yang polos atau tidak
bercorak ramai agar lebih indah dilihat. 7. Pakailah model terusan Model
terusan ini bisa Anda pakai jika ingin menyiasati pinggul yang lebar. Anda bisa
memakai model terusan dan dipadukan dengan memakai blazer. Dengan memakai
blazer akan menyeimbangkan bentuk tubuh Anda.
Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com
Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com

8. Pakailah celana longgar Selain memakai
busana muslim dengan model terusan, pinggul besar Anda juga bisa disiasati
dengan memakai celana longgar. Jangan pernah memakai celana dengan bagian bawah
menyempit karena akan membuat Anda semakin terlihat gemuk. Bila memakai celana
longgar, maka pastikan atasan yang Anda pakai tidak bercorak ramai. Itulah
beberapa tips yang bisa Anda terapkan jika memiliki tubuh gemuk. Dengan
memperhatikan tips di atas, Anda akan tetap terlihat fashionable ketika memakai
busana muslim. Selain itu, Anda juga perlu memperhatian pemakaian jilbab sesuai
dengan bentuk wajah agar terlihat semakin cantik. (NR)
Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com
Read more at: http://ciricara.com/2012/10/15/ciricara-cara-cantik-berbusana-muslim-untuk-wanita-gemuk/
Copyright © CiriCara.com
Pengertian Busana Muslim
Sejarah busana lahir
seiring dengan sejarah peradaban manusia itu sendiri. Oleh karenanya busana
sudah ada sejak manusia diciptakan. Busana memilki fungsi yang begitu banyak,
yakni menutup anggota tertentu dari tubuh hingga penghias tubuh sebagaimana
yang telah diterangkan pula dalam Al-Qur’an yang mengisyaratkan akan fungsi
busana; ”wahai anak adam (manusia), sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu
pakaian untuk menutupi aurat tubuhmu dan untuk perhiasan”.
Konsekuensi sebagai
manusia agamis adalah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan segala
perintah allah dan meninggalkan segala laranganNya. Salah satu bentuk perintah
agama Islam adalah perintah unutk mengenakan busana yang menutup seluruh aurat
yang tidak layak untuk dinampakkan pada orang lain yang bukan muhrim. Dari
situlah akhirnya muncul apa yang disebut dengan istilah “Busana Muslim”.
Busana muslimah adalah
busana yang sesuai dengan ajaran Islam, dan pengguna gaun tersebut mencerminkan
seorang muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana.
Busana muslimah bukan sekedar simbol melainkan dengan mengenakannya berarti
seorang perempuan telah memproklamirkan kepada mahluk Allah. swt akan
keyakinan, pandangannya terhadap dunia, dan jalan hidup yang ia tempuh. Dimana
semua itu didasarkan pada keyakinan mendalam terhadap Tuhan yang Maha Esa dan
Kuasa.[1][2]
2.
Kriteria-kriteria busana muslim
Sekurang-kurangnya ada
lima point yang menjadi kriteria busana muslimah menurut syariat, yaitu sebagai
berikut :
a)
Busana muslimah harus menutup seluruh
tubuhnya dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya. Dan janganlah ia membuka
untuk lelaki mahramnya kecuali bagian yang menurut kebiasaan yang benar
dan pantas (tidak termasuk suami).[2][3]
Satu cara untuk menutup aurat selain memakai
pakaian yaitu hendaknya seorang muslimah
mengenakan jilbab (mengulurkan jilbabnya). Allah swt berfirman:
$pkš‰r'¯»tƒ ÓÉ<¨Z9$#
@è% y7Å_ºurø—X{ y7Ï?$uZtur Ïä!$|¡ÎSur tûüÏZÏB÷sßJø9$# šúüÏRô‰ãƒ £`ÍköŽn=tã `ÏB £`ÎgÎ6Î6»n=y_ 4 y7Ï9ºsŒ #’oT÷Šr& br& z`øùt÷èムŸxsù tûøïsŒ÷sム3 šc%x.ur ª!$# #Y‘qàÿxî $VJŠÏm§‘ ÇÎÒÈ
Artinya: “Hai Nabi
katakanlah kepada istri-istri kamu,
anak-anak gadismu dan istri-istri orang mukmin: hendaklah ia mengulurkan
jilbabnya kesaluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya nereka mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (Qs. Al-Ahzab: 59)
Ummu Salamah ra. menuturkan: begitu turun ayat ini
hendaklah ia mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya.
Al-hafizh Ibnu Katsir
menjelaskan: ”firman Allah tersebut
menginstruksikan kepada rasul-Nya agar beliau memerintahkan wanita-wanita yang beriman, khususnya pada
anak-anak gadis dan istri-istri karena kemuliaan mereka, untuk mengulurkan jilbab
mereka sehingga mereka berbeda dengan wanita jahiliyah dan budak-budak
perempuan.[3][4]
Adapun yang dimaksud
jilbab disini tidak di batasi oleh nama, jenis, dan warna, akan tetapi jilbab
adalah semua pakaian yang dapat menutupi titik-titik perhiasan perempuan.
Jilbab lebih sempurna dari pada menggunakan kata al-khimar (penutup
kepala/kerudung) karena meliputi seluruh badan perempuan dan menutupi seluruh
bagian atas tubuhnnya termasuk perhiasan atau sesuatu yanng melukiskan (bentuk)
badannya. Karena pakaian yang melukiskan ukuran tubuh wanita adalah haram di
pakai di hadapan laki-laki nonmahram.
b)
Hendaknya busana yang dipakai wanita
muslimah menutup apa yang dibaliknya. Maksudnya tidak tipis menerawang sehingga
warna kulitnya dapat terlihat dari luar.
Istilah menutup tidak akan terwujud kecuali dengan kain yang tebal.
Jika tipis maka akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan
perhiasan. Dari Abdullah bin Abu Salamah, dikatakan Umar bin Al-Khattab pernah
memakai baju qubthiyah, (jenis pakaian dari mesir yang tipis dan berwarna
putih) kemudian Umar berkata,”jangan kamu pakaikan baju-baju ini untuk istrimu!
”seseorang kemudian bertanya, ”wahai amirul muminin, telah saya pakaikan itu
pada istriku dan telah aku lihat dirumah dari arah depan maupun belakang, namun
aku tidak melihatnya sebagai pakaian
yang tipis. ”maka Umar menjawab, ”sekalipun tidak tipis, namun ia mensifati
(menggambarkan lekuk tubuh). ”(HR. Al-Baihaki II/23-235; muslim al-Bitthin dari
Ani SHALIH dari umar).[4][5]
c)
Busana tidak ketat membentuk
bagian-bagian tubuh.
Usamah bin Zaid pernah
berkata,”Rasulallah pernah memberiku baju quthbiah yang tebal dan merupakan
baju yang pernah di hadiahkan oleh
dihyah Al-kalbi kepada beliau. Baju itupun aku pakaikan kepada istriku. Nabi
bertanya kepadaku, mengapa kamu tidak mengenakan baju quthbiyah? Aku menjawab
aku pakaikan baju itu kepada istriku. Nabi lalu bersabda: ”perintahkan dia agar
mengenakan baju dalam dibalik quthbiyah itu, saya khawatir baju itu masih bisa
menggambarkan lekuk tulangnya. “(Al-Dhiya Al-Maqdisi dalam Al-Hadits
Al-Mukhtarah 1/441; Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan).[5][6]
d)
Busana wanita muslimah tidak
menyerupai pakaian laki-laki.
Ada beberapa hadits shahih
yang melaknat wanita yang meyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal
pakaian maupun lainnya. Abu hurairah barkata bahwa Rasulullah melaknat pria
yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Dawud
II/182; Ibnu Majah 1/588; Ahmad 2/325; Al-Hakim IV atau 19 disepakati oleh
Adz-Dzahabi). Dalam hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai
diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria begitu juga sebaliknya ini
bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya.
e)
Busana yang dipakai wanita tidak terdapat
hiasan yang dapat menarik perhatian orang saat keluar rumah, agar tidak
tergolong wanita yang suka tampil dengan perhiasan. Seorang wanita yang suka
menampakkan perhiasannnya bisa dikatakan wanita pesolek (tabarruj) perlu kamu
ketahui, kata tabarruj bagi perempuan memilki tiga pengertian:
1.
Menampakkan keelokan wajah dan
titik-titik pesona tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.
2.
Menampakkan keindahan-keindahan
pakainnya dan perhisannya kepada laki-laki non mahram.
3.
Menampakkan gaya
berjalanya,lenggangannya,dan lenggak-lenggoknya di hadapan laki-laki nonmahram.[6][7]
Apa yanng di lakukan oleh
banyak perempuan masa kini sudah tidak termasuk praktik tabarruj, mereka keluar
rumah dengan dandanan yang memikat dan mengundang fitnah. Mereka membuka kepala mereka (tidak berjilbab), juga bagian
atas dada, betis, dan lengan mereka. Semua ini merupakan praktik kemungkaran
terbesar yang melanggar syariat dan menyebabkan
murka, siksa dan datangnya amarah Allah.
Hukum tabarruj adalah haram. Seperti dalam firman Allah:
tbös%ur ’Îû £`ä3Ï?qã‹ç Ÿwur
šÆô_§Žy9s? yl•Žy9s?
Ïp¨ŠÎ=Îg»yfø9$# 4’n<rW{$# (
ÇÌÌÈ
Artinya: “Dan janganlah
kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah terdahalu”.
(Qs. Al-Ahzab: 33)
Artinya: “Dan
perempuan-perempuan yanng telah berhenti (dari haid dan telah mengandung) yang
tiada ingin kawin lagi, tiadalah mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan
tidak maksud menampakkan perhiasan , dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah maha
mendengar lagi maha mengetahui”. (Qs. An-nur: 60)
Ibnu Abas menjelaskan: ”yang dimaksud
wanita menopause diatas adalah wanita yang
bila ia duduk di rumahnya dengan
memakai dir (pakaian rumah/sehari-hari) kerudung serta jilbabnya, selama tidak
berdandanan menor karena hal itu di benci Allah. Dengan tidak bermaksud
menampakkan perhiasan berarti dengan
menanggalkan jilbab mereka tidak bermaksud
ingin dilihat perhiasan mereka. Tabarruj seperti ini berarti
memperlihatkan pesona keindahnya. Ini menerangkan bahwa wanita menopouse yabg
masih berkeinginan menikah dalam artian mereka masih memilki sisa-sia
kecantikan dan syahwat kepada laki-laki maka ia bukan termasuk Al-Qawa’id (yang
diperbolehkan meninggalkan pakaian dan jilbab dirumanya) ia juga tidak boleh
menanggalkan pakaian dihadapan laki-laki karena
keduanya bisa jadi sama-sama tertarik.
Dalil yang mengharamkan tabarruj dari
hadis nabi diriwayatkan dari ABU Hurairah ra: rasullah saw bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ اَهْلِ النَّارِلَمْ أَرَ هُمَا.
قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَدْنَابِ الْبَقَرِيَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ.
وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ. مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ
كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَيَدْخُلْنَ، وَلاَيَجِدْنَ رِيْحَهَا.
وَإِنَّ ريْحَهَالَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَاوَكَذَا.
Artinya: “Ada dua golongan penghuni
neraka yang belum akan aku lihat: kaum yang memiliki cambuk seperti ekor-ekor
sapi yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia (dengan semena-mena) dan
wanita-wanita yang berpakaian namun telanjanng, berlenggak lenggok menggoda,
kepala mereka seperti punuk yanng meliuk liuk. Mereka tidak akan masuk surga
dan tidak akan pula mencium aromanya.padahal aromanya bisa dicium dari segini segini”.[7][8]
f)
Dari segi warna, tidak terlalu
mencolok sehingga menarik parhatian (syahwat) lawan jenis. Tampil rapi dan
menarik (bukan mengundang syahwat) tidak mesti dengan berhias dan berpenampilan
mencolok. Kebersihan, kerapian, dan alamiah akan mencerminkan kepribadian yang
sebenarnya.
IV. KESIMPULAN
Busana muslimah adalah busana yang
sesuai dengan ajaran Islam, dan pengguna gaun tersebut mencerminkan seorang
muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana.
Bisa dikatakan busana muslimah jika memenuhi
beberapa kriteria, diantaranya:
1)
Busana muslimah harus menutup seluruh
tubuhnya dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.
2)
Busana muslimah tersebut tidak tipis
sehingga bisa menutupi apa yang ada dibaliknya
3)
Busana tidak ketat membentuk
bagian-bagian tubuh.
4)
Busana wanita muslimah tidak
menyerupai pakaian laki-laki.
5)
Busana yang dipakai wanita tidak
terdapat hiasan yang dapat menarik perhatian orang saat keluar rumah
V.
PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami
sampaikan , kami sadar makalah ini masih kurang dari kesempurnaan,jika ada
kesalahan dan kekurangan itu dikarenakan keterbatasan pengetahuan kami.maka
dari itu, kritik dan saran sangat kami butuhkan demi kesempurnaan isi makalah
ini,semoga bermanfaat bagi kita semua amin.
[1][2] http://Muslimahberjilbab.blokspot.com/2005/03/busana-muslim-identitas-diri.html
[2][3] http://Ibnubakri.multiply.com/jurnal/item/11
[3][4] Ibrahim, Wanita Berjilbab Vs Eanita Pesolek,
Jakarta: AMZAH, hlm. 5
[4][5]Burhan Shodiq, Engkau Lebih Cantik Dengan
Jilbab, Solo: Samudra, 2006, hlm. 112-113
[5][6] Ibid, hlm. 114
[6][7] Ibrahim, op.Cit, hlm. 12
[7][8] Ibid, hlm. 15-16
No comments:
Post a Comment